Jumat, 20 Januari 2012

haloo cemaanssss :)),para sm*shblast,khususnya rezalways,saya bawa cerpen nih,nggak tau bagus apa nggak :)) cekidoth aja laaah


"Rezaaaaaaaaaaaaa",teriakku
Deg! Aku terbangun dari mimpi burukku,aku bermimpi Reza berjalan menuju gerbang putih,ketika aku hendak mengejarnya,tiba-tiba saja aku di hadang pria berbadan besar,dan tiba-tiba saja aku terbangun dari mimpi ku itu


***

"Eh napa tu muka lo pucet banget",tanya Keyla
"Gue mimpi buruk key,gue takut",jelasku,sambil membaringkkan kepala ku di atas meja
"Lo kenapa?",tanya keyla sambil memegang pundakku
"Gue mimpi key,eja ninggalin guee",ujarku mulai meneteskan air mata
M.Reza Anugrah,nama lengkapnya,dia pacarku,kami sudah berpacaran sejak 1 tahun lalu tepatnya tanggal 14.02.2011,dan beberapa hari lagi hubungan kami,resmi 1 tahun.
"Nggak mungkin laah,dia nggak mungkin ninggalin lo,lebih baik lo possitive thingking aja ya..",ujar Keyla
Aku hanya mengagguk,dan menelungkupkan kepalaku.


***

"Ehmm"
"Lo udah sadar?",tanya keyla
"Loh emang gue kenapa?",tanyaku dengan raut wajah bingung
"Lo pingsan tau.."
"Ah masa sih?",tanya ku tidak percaya
"Iya kamu pingsan",Reza yang menyahutku
"Kok kamu ada di sini?",tanyaku
"Emang nggak boleh?",tanya Reza dengan 1 alis di naikkan
"Nggak sih cuma nanya doang",jawabku
"Udah mendingan lo istirahat dulu,jangan banyak gerak,gue kekelas dulu yaa,bye",ujar Keyla meninggalkanku di ruang UKS bersma Reza
"Bep,kalau aku tinggalin kamu gimana?",tanya Reza tiba-tiba,pikiran ku bekerja,apakah mimpi semalam itu pertanda,dan sial!aku ingin menangis,tapi aku berusaha tidak menangis,dan itu tidak berhasil,akhirnya aku menangis juga.
Reza beranjak dri tempat duduknya,mendekat kepadaku,lalu menghapus air mataku,"hey,aku hanya bertanya."
Aku tersenyum,berusaha tidak menangis,"iya aku tau kok kamu cuma bertanya,tapi kok kayaknya serius banget sih?",tanyaku
Sebenarnya aku ingin bercerita tentang mimpiku itu,tapi ku urungkan saja niatku.
"Nah gitu donng,senyum biar tambah cantik",ujar Reza nyengir,"eh ngomong2 4 hari lagi kita anniv loh",kata Reza mengingatkan
"Iya-ya,enaknya kita kemana?",tanyaku
Reza bukannya menjawab malah membekap hidungnya,"aku pergi sebentar ya",ujarnya suaranya sengau karena dia membekap hidungnya.Aku hanya mengagguk,dan Reza pun pergi. Ada apa dengan Reza?,pikirku.


***

"Ehh lloooo ikat rambut kuda",teriak seseorang,karna aku merasa mengikat satu rambutku ala ekor kuda,akupun menoleh.
"Eh gue punya nama tau!",ujarku sewot
"Iya sorry-sorry,lo pacarnya Reza?",tanyanya
"Iya kenapa?",tanyaku
"Lo tau Reza ....."Ujarnya terpotong
"Tau apa?",tanyaku penuh rasa ingin tahu
"Ah nggak lupaiin,gue pergi dulu",ujarnya lalu bergegas pergi
"Dasar orang aneh",batinku
"Heeey",seseorang menepuk pundakku
"Eh za",ujarku kaget
"Kenapaa?",tanyanya
"Ng..nggak apa-apa kok",jawabku berbohong
"Oh ysdh pulang bareng yuk",ajak Reza
"Oh ayok.."
Sepanjang perjalanan aku hanya diam,biasanya Reza membuka pembicaraan,tetapi kini ia lebih memlih diam,tatapannya fokus pada jalanan.

----> In my house

"Makasih ya Za",ujarku
"Iya sama-sama,eh kamu belum jawab pertanyaanku loh",ujarnya
"Yang mana Za?",tanyaku
"Ah udahlah lupaiin laaah.....",ujar Reza,lalu melajukan mobilnya pergi.Dan aku masih terbingung-bingung.
Ketika aku tiba di ambang pintu,tiba-tiba saja pintu terbuka dan munculah seorang gadis,anak kuliahan,dengan tanktop kuning cerah,dan bawahan rok pendek melebar ala seragam anak-anak jepang.
"Kaaak Pricilee",ujarku,merasa surprise kedatanga η kaka sepupuku,sekaligus sahabatku
"Iyaaa kaggeeeettt yaaa",ujarnya,kak Pricile ini cantik,tinggi,putih,dan sikapnya ini selalu ceria.
"Ia laah kak,kakak sama siapa kesini?",tanyaku
"Biasa...",jawabnya
"Siapa dong kak?",tanyaku lagi
"Masuk aja,kedalam dan liat siapa yang ada di ruang tamu",ujar kak Pricile,aku pun bergegas keluar tamu,daaan di ruang tamu ada .. Sesuai dugaanku,kak pricile bersma pacarnya kak Bisma,"kak Bisma",ujarku
"Eh hai,udah pulang? Tadi kakak mau jemput,eh kamunya udah pulang",ujar kak Bisma,lalu aku duduk di sampingnya,Kak Bisma ini orangnya baik banget,udah gittu cakepnya itu lo (masih cakep Reza).
"Dianter siapa?",tanya kak Bisma
"Sama Reza kak",jawabku sambil membuka majalah di depanku.
"Reza Anugrah?",tanya kak Bisma
Aku mengagguk."Kakak kenal?",tanya ku
Kak Bisma pun mengangguk."Kakak kenal banget sama dia,kamu tau kalau reza punya ...",ucapan Kak Bisma menggantung
Aku menutup majalahku."Punya apa kak?",tanyaku
"Ah udahlah lupaiin..",ujar Kak Bisma,"kakak pergi dulu ya,ada kuliah nih byee",pamit kak Bisma
"Ada yang di sembunyiin",batinku lalu aku bergegas menuju kamarku. Di kamarku aku berganti pakaian dan segera meng-sms keyla.
From : (nama Kalian)
Keyla,gue bingung nih
From : keyla
Bingung apaan sih?
From : (nama Kalian)
Kayaknya Reza ada nyembunyiin sesuatu deh dari gue Key
From : Keyla
Kita seledikin aja besok,okeeh,pulsa gue abis byee

Dasar keyla bisa aja boong,tadi dia kan aku temenin beli pulsa 50rb kok bisa abisnya cepet banget.

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku,tok..tok..tok
"Masuk",ujarku
Handle pintu pun bergerak,oh ternya kak priclee
"Ada apa kak?",tanyaku
"Ngak apa-apa sih",jawab kak Pricile ia duduk di sebelahku
"Kak,aku bingung deh kak",ucapku
"Bingung kenapa?",tanya Kak pricile
"Kayaknya ada yang di sembunyiin dari aku"
Kak Pricile menatapku,"sembunyiin apa?"
"Masalah Reza kak,kayaknya dia ada nyembunyiin sesuatu dari aku tapi aku nggak tau kak",ujarku
Kak pricile hanya menatapku,lalu aku menceritakan mimpi ku itu,"aku mimpi kak,Reza itu jalan di ke gerbang putih kak,ketika aku mau nyusul dia,aku dihadang pria berbadan besar kak,tau-tau aku udah kebangun kak",ujarku kini sudah bercampur air mata.Kak pricile memelukku,"aku takut kak,aku takut Reza ninggalin aku kak",ucapku,kak pricile membelai lembut rambutku,"maybe that's not Impossible ,but you must possitive thinking",ujar kak Pricille
"Thanks kak",ujarku menghapus airmataku.
"Udah jangan nangis ya sayang"
"Tapi kak,kak Bisma tau kak tentang Reza,kakak bisa bantu?",tanyaku
"Iya kakak,akan tanyakan pada Bisma,udah kamu tidur dulu supaya persaan mu enak",ujar Kak pricile,aku menurut aku pun tidur.


***

Sudah seharian ini Reza tidak terlihat,ketika ke kelasnya,teman-temannya mengatakan ia tidak turu sekolah,ada apa sih dengan Reza?
Seharian ini aku habiskan dengan melamun,penjelasan gurupun tidak aku perhatikan.
Ketika aku sms Reza tidak membalasanya,Reza kamu kemana sih?
8 jam di sekolah,kerjaan ku hanya melamun,melamun,dan melamun,penjelas guru tidak masuk ke otak,pikiranku hanya tertuju pada Reza.
Dan saat sebuah sms masuk,membuat ku shock!
From : Kak Pricile
De,kakak kasih tau ya,tapi kamu jangan nangis,nggak boleh nangis,Reza punya penyakit de..
From : (nama Kalian)
Penyakit apa kak?
From : Kak pricile
Kangker de :')


Apa?! Reza sakit kangker? Kenapa dia nggak kasih tau aku? Kenapa aku harus tau dari orang lain!

Tiba-tiba saja mataku menjadi berat,penglihatanku menjadi putih tubuhku terasa berat.
Dan tau-tau saja aku sudah berada di kamarku,terlihat mamaku yang tertidur di sebelahku bersama kak Pricile,aku bangkit dari tempat tidurku,ketika aku keluar kamarku yang terhubung langsung pada ruang tamu,ada Kak Bisma dan Reza yang sedang tertidur di Sofa.

Reza terbangun dari tidurnya,ia melihatku,aku tak. Habis fikir tadi ia hanya tertidur sementara,bagaimana besok.....,ah! Air mata ini menetes lagi.
Reza tersenyum kearahku,lalu ia mendekat kepadaku.

"Hey,kamu sudah sadar? Kok nangis sih?",tanyanya sambil menghapus air mataku
"Za aku mau ngomong sama kamu",ujarku
"Mau ngomong apa?"
"Kamu jawab ya jujur ya Za?".Reza pun mengangguk
"Kamu punya penyakit apa Za?",tanyaku dengan suara bergetar
Wajah Reza mendadak tegang,lalu ia menatapku dengan tatapan mata yang sulit di artikan,"ia aku punya penyakit",jawabny lirih
"Penyakit apa Za?",tanyaku sudah bercampur air mata
"Maaf aku nggak bilang ke kamu maaf banget,aku nggak mau kehilagan kamu,aku nggak mau kamu nangis gara2 aku,aku nggak mau kamu khawatir sama aku,maafin aku",ujar Reza
"Iya Za ngak apa-apa kamu udah jujur aja aku seneng..",ujarku
"Aku punya penyakit kangker,kata dokter umurku tinggal 2 hari lagi,tepatnya tanggal 14.02.2012",kata Reza
"Kamu harus kuat Za,aku yakin kamu bisa kok",ujarku meyakinkan Reza,dan Reza memelukku,
"Ya tuhan,kuatkanlah Reza,jangan ambil nyawanya,dia orang yang baik ya tuhan",batinku.


Percepaaaat 2 hariiii

Hari ini Reza berjanji akan mengajakku jalan-jalan tetapi tidak biasanya Reza terlambat,aku pun menunggunya,tidak lama ada SMS masuk
From : Reza
Kayaknya aku telat kamu duluan aja
From : (nama kalian)
Oh oke
Setelah itu tidak ada sms balasan dari Reza,aku pun bergegas ke tepi danau,danau itu yang menyaksikan kisah cintaku dan Reza,di situ Reza menembakku pada saat matahari terbenam.
---> di tempat lain

"Maah Reza mau jalan sebentar",ujar Reza
"Kamu sakit Reza"ujar Mama Reza
"Tapi Reza ada janji",ujar Reza masih berkeras
"Apa kamu yakin?",ujar Papa Reza
"Iya pah,mah Reza yakin,izinkan Reza mah,pah",ujar Reza dengan wajah memelas
"Ya sudah mamah izinkan,tapi kamu harus di antar sama Ilham adikmu",ujar Mama
"Iya ma terserah",ujar Reza,Reza pun bersiap-siap,sedangkan Ilham sudah stay di Mobil.
Mobil silver itu pun melaju cepat ketika Reza sudah menaikki mobil.
"Nah di sini Ham",ujar Reza
"Yakin lo bang?nggak mau gue anter,sumpah muka lo tu pucet banget",ujar Ilham cemas
"Iya gue yakin Ham,pokoknya habis gue tepatin janji gue,gue siap kok diambil nyawa gue",ujar Reza sambil tersenyum,senyum tegar,Ilham yang mendengar itu hanya tersenyum sedih.
Reza berjalan tertatih-tatih,karena kepalanya yang pusing,Reza tetap memaksakan berjalan menemuiku,Reza melihatku duduk di dekat danau itu.
"Heey",reza memanggilku
"Hey Reza",ujarku menghampiri Reza
"Za muka kamu pucat banget,kamu kenapa?",tanyaku cemas
"Aku ng..nggak apa-apa kok.."
"Nih",ujarnya sambil memberika sebuket bunga mawar segar
"Makasih ya Za"

Reza pun memelukku erat sekali,pelukan itu sangat lama,aku merasa tubuh reza seperti bertopang kepadaku,semakin berat-berat dan berat,aku pun terduduk akibat beranya tubuh Reza,aku melihat wajah Reza yang pucat tetapi tersenyum itu,aku pun menggoncang tubuh Reza,"za bangun za,Rezaa,jangan tinggalin aku Za!",ujarku
"Tolong-tolong",teriakku meminta tolong
Segera orang berdatangan membantuku dan Reza.
Salah satu orang menelfon ambulans,dan tidak lama ambulans datang,tubuh Reza di bawa ke ambulans,aku pun segera menyusul kerumah sakit.


--> hospital's

Ketika aku sampai di rumah sakit,ternyata ibunya Reza lebih dulu sampai.
Akupun segera menghampiri ibunya Reza."Tante ..",ujarku
Ibunda Reza segera memelukku,dan berkata,"makasih ya Nak,karna kamu Reza bertahan selama ini,karna kamu Reza punya tekad untuk menjalani hidupnya"
Ibunda reza melepaskan pelukannya,"terimakasih sekali lagi ya"
Aku pun hanya mengagguk dengan penuh air."Iya sama-sama tante"
"Temui reza di ruang ICU,pasti dia mencarimu :')",ujar Ibunda Reza,aku pun mengangguk dan segera berlari ke arah ruang ICU,ketika aku membuka pintu,aku melihat di tubuh Reza di pasang berbagai alat-alat yang aku tidak ketahui,kecuali 1 alat pendeteksi jantung yang menandakan kondisi jantung Reza sedang lemah.
Aku mengahampiri Reza,dan Ia masih bisa tersenyum dalam keadaan seperti itu,aku berharap itu bukan senyum terakhir untukku,ku mohon .
"Hay",sapa Reza nyaris tak kudengar
"Ha.-hai Za",ucapku tersenda-sendat karna menangis
"Maaf ya aku telat kasih tau kamu kalau aku punya penyakit ini,coba aja kalau aku bilang dari dulu,pasti kamu nggak nangis kayak gini ",ujar Reza
Aku meletakan jari telunjukku di bibir Reza,"sst kamu nggak boleh ngomong kayak gitu,kita emang udah di satukan Za"
Reza menggenggam erat tangan ku,aku pun membalas genggamnya,tangan Reza begitu dingin,seolah2 nyawanya sebentar lagi diambil dan aku tidak mau itu,aku berdoa untuk reza,"ya tuhan tolong,jangan ambil Reza tuhan,dia anak yang baik,berikan dia kesempatan untuk hidup,untuk mewujudkan mimipi-mimpinya,aku mohon ya tuhan seandainya engkau mengambilnya ambilah aku juga,aku tidak bisa hidup tanpanya ya tuhan ku mohhoon"
"Aku cuma mau bilang I always heart you",ujar Reza dan matanya tertutup perlahan,gengaman tangan reza terlepas,dan alat pendeteksi jantung berubah menjadi datar,dan hari ini berarti,Besok dan selamanya,aku tak akan menemukan senyumnya lagi,candanya lagi,dan sosok cerianya.aku pun menangis sejadi-jadinya.


***

Hari ini hari pemakaman Reza,suasan duka menyelimuti pemakaman hari ini,aku pun tak kuasa membendung air mataku,aku tidak kuat kalau harus di tinggal Reza.
Pemakaman selesai,tetapi masih meninggal kesedihan yang mendalam,terlebih lagi diriku,aku tidak dapat menahan air mataku.Awalnya aku tidak ingin pulang karna dipaksa kak pricile dan kak Bisma akupun meninggalkan pemakaman


***

Detik berganti detik,menit berganti menit,jam berganti jam,hari berganti hari,bulan berganti bulan.dan tahun berganti tahun.
Sudah 2 tahun reza meninggalkan kami semua,selama itupun hidupku penuh kesedihan,walaupun semua orang berusaha menghiburku,aku pun mengharhai usaha mereka,aku berusaha terseyum padahal hatiku sakit,aku berusaha tertawa tetapi hatiku menangis.
Hari ini aku ingin pergi sendiri kepemakaman sehabis pulang sekolah.awalnya teman-teman ingin ikut,tapi aku melarangnya karna aku ingin sendiri dulu.


--> pemakaman

Aku masih berpakain seragam SMA ketika pergi kemakam aku membawakn sebuket mawar merah kesukaan Reza.
Aku meletakkan bunga mawar itu di atas nisan Reza."Hai Za gimana kabar kamu?",tanyaku dengan dengan air mata,entah sudah berapa ribu bulir air mata yan tumpah sejak aku datang ke pemakaman ini
"Aku kangen sama kamu Za..,kenapa kamu ngggak bilang kalau kamu itu dulu ...",ucapku tersela akibat ada yang menepuk bahuuku dan Reza! Ada di belakangku.
"Reza",ujarku dengan suara terthan
"Kamu kenapa nangis sih?",ujarnya sambil menghapus air mataku.
"Aku kangen sama kamu",ujarku kini dia memelukku
"Aku mau kut kamu zaa",sambungku
"Itu nggak mungkin",ujarnya tersenyum
"Masa depan kamu masih panjang..kita bukan romeo dan juliette,kamu bukan juliete yang harus menyusul romeo menegak racun itu,kamu harus jadi orang yang berhasil,cari penggati ku aku yakin,kamu menemukannya kok ",ujar reza
Dan tiba2 semuanya menjadi hitam,tau-tau aku sudah berada di kamarku
“aku kenapa?”,tanyaku ketika sudah sadar.
“kamu sudah sadar?”,tanya Ka Bisma
“loh memang aku kenapa?”,tanyaku lagi
“kamu pingsan tau”,jawab Keyla
“masa sih?”,tanya ku tidak percaya
“iya kamu pingsan tau”,ujar kak pricille
                Aku termenung sejenak,apakah ini pertanda,bahwa reza ingin aku melupakannya?kalau iya aku akan berusaha mencari penggatimu Za,I always I heart you za :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar